Sistem Pencernaan Prima dengan Senna

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan

Pada dasarnya, alam memang telah banyak menyediakan segala yang dibutuhkan oleh manusia. Salah satu buktinya ada pada daun senna, atau lebih dikenal di Indonesia dengan nama Daun Jati Cina. Sejak abad ke-7 sebelum masehi di Mesir, daun telah seringkali dimanfaatkan untuk mengatasi keluhan pada sistem pencernaan.

Sejak itu, banyak pihak yang melakukan penelitian terhadap jenis tumbuhan yang satu ini. Di Indonesia, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada laman situs Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), daun senna (Cassia Angustifolia) dapat menghilangkan keluhan konstipasi (irritable bowel syndrome). Selain itu, tanaman dengan pola daun majemuk menyirip ini juga dapat melunakkan feses dan meningkatkan kecepatan olah makanan dalam kolon melalui peningkatan gerakan peristaltik dalam usus.

Waktu aksi daun Senna ysng dikonsumsi seseorang berkisar antara 4 hingga 6 jam. kini semakin banyak orang yang menggunakan daun senna untuk menghindari diri mereka dari penyakit sembelit  --yang diakibatkan terlalu lama pengendapan sisa makanan didalam sistem pencernaan.

Kerena efektif melancarkan pembuangan sisa makanan dari dalam tubuh, daun senna juga sangat membantu dalam program penurunan berat badan. Walaupun bermanfaat, pemanfaatan herbal ini harus hati-hati dan harus sesuai aturan. Penggunaan secara sembarangan bisa menimbulkan gangguan kesehatan.


| |
 

Kabar Terbaru

Distributor 4Life Transfer Factor Membantu Anda

Distributor 4Life Transfer Factor di Situs ini awalnya adalah Konsumen 4Life Transfer Factor. Sehingga berbeda dengan yang lainnya yang han...

Gabung ke Komunitas 4Life

4Life dan Distributor berbagi & beramal ke Ibu Foundation:

Ibu Foundation bersama 4Life dalam program "Adopt a Village" di Desa Pangadegan Selagedang, Cianjur Selatan, Jawa Barat.
© Copyright 2016. Pusat Pembelian Produk dan Pendaftaran Bisnis 4Life Transfer Factor Indonesia | Dipercaya sejak tahun 2011